Setting Dasar Mikrotik

Hay guys... Pada kali ini saya akan membagikan materi tentang "Setting Dasar Mikrotik". Udah pada tau apa belum sih bagaimana artikel yang saya bagikan ini? pastinya kalian gak bakal kecewa deh. Oke langsung saja silahkan baca artikel berikut sampai tuntas ya guys... :D

RouterBoard adalah router embedded produk dari mikrotik. Routerboard seperti sebuah pc mini yang terintegrasi karena dalam satu board tertanam prosesor, ram, rom, dan memori flash. Routerboard menggunakan os RouterOS yang berfungsi sebagai router jaringan, bandwidth management, proxy server, dhcp, dns server dan bisa juga berfungsi sebagai hotspot server.
Ada beberapa seri routerboard yang juga bisa berfungsi sebagai wifi. sebagai wifi access point, bridge, wds ataupun sebagai wifi client. seperti seri RB411, RB433, RB600. dan sebagian besar ISP wireless menggunakan routerboard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik sebagai ap ataupun client. Dengan routerboard Anda bisa menjalankan fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi. karena semua fungsi pada router sudah ada dalam routerboard. Jika dibandingkan dengan pc yang diinstal routerOS, routerboard ukurannya lebih kecil, lebih kompak dan hemat listrik karena hanya menggunakan adaptor. untuk digunakan di jaringan wifi bisa dipasang diatas tower dan menggunakan PoE sebagai sumber arusnya.
Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.

Nah karena kita udah tau pengertian dari RouterBoard. Seakrang kita masuk pada tahap konfigurasinya, sebelumnya silahkan siapkan bahan terlebih dahulu. Antara lain : 
  • Laptop (untuk konfigurasi)
  • Mikrotik RB750 
  • Kabel Straight
  • Aplikasi Winbox
Oke, setelah alat disiapkan kita masuk pada tahap pengkonfigurasian. Lakukan tahap-tahap berikut dengan runtut ya guys..
Nah untuk Ethernet kita setting dengan ketentuan seperti berikut :
  • Ethernet Port 1 = Port yang menhubungkan ke Internet/asal server nya
  • Ethernet Port 2 = Port yang digunakan untuk Client
  • Ethernet Port 3 = Port yang digunakan untuk Client
  • Ethernet Port 4 = Port yang digunakan untuk Client
  • Ethernet Port 5 = Port yang digunakan untuk Hotspot / menhubungkan ke Acces Point
Langkah-langkah setting :
1. Pertama karena mikrotik saya tidak baru maka saya reset terlebih dahulu Mikrotiknya dengan cara menombol tombol Reset kecil agar tersetting seperti baru lagi.
2. Setelah itu hubungkan kabel Ethernet ke Port nya masing - masing
3. Buka Winbox.exe nya nanti akan muncul tampilan berikut ini

  •  Untuk Login Default username nya "admin"
  •  Dan Password nya bisa dikosongi
  •  Pilih Neighbors dan pilih MAC Address , klik Connect
4. Berikut ini merupakan tampilan konfigurasi awal dari Mikrotik 
5. Ganti Identitas dari Mikrotik tersebut dengan cara klik System --> Pilih Identity
6. Ganti sesuka anda. Contoh : Mikrotik-SMKN1Kediri. Klik OK
7. Setelah itu dalam Mikrotik tersebut masih belum mendapatkan DHCP dari Server tersebut, untuk itu kita haru merequest IP dari Server dengan cara klik IP Pilih DHCP Client
 8.  Tambahkan DHCP Client Request nya dengan mengeklik Tombol (+)

 9. Ganti Interfaces nya menjadi Ethernet 1 .. Sebab Ethernet 1 dibuat menghubungkan ke Server

 
10. Jika sudah, akan muncul tampilan berikut ini
11.Setelah kita mendapatkan IP DHCP Client dari Server kita dapat mengatur FireWall nya.
12.  Dibawah ini merupakan tampilan awal dari menu Firewal. Lalu pilih NAT. NAT mentranslasikan ip private seolah-olah  mengakses sebuah alamat host di internet menggunakan IP publik.

13. Kita dapat menambahkan konfigurasinya yaitu simbol (+) lalu pada bagian tab General tepatnya Out.Interfaces pilih Ethernet 1. Karena Ethernet 1 terhubung langsung dengan server.
 
14. Setelah itu masuk pada bagian tab Action serta pilih Masquerade. Dan Klik OK
  
15. Ini merupakan tampilan yang sudah terkofigurasi

16. Setelah itu kita atur DNS nya. DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar. Klik IP kemudian pilih DNS
 
17. Jika Dynamic Serversnya langsung keisi, langsung centang pada bagian "Allow Remote Request" . Lalu Klik OK

18. Setelah anda mensetting via DNS, anda dapat mengisi Addressnya Server lewat klik IP pilih Addresses
 
19. Lalu anda dapat mengkonfigurasi nya dengan cara mengeklik tombol (+) dan isikan IP yang anda sediakan untuk membuat DHCP Server
 
 20. Atur IP yang akan dibuat misal 192.168.6.1/24. Arahkan ke ether2 klik OK
21. Lalu atur DHCP Servernya dengan cara klik IP lalu DHCP Server
 
22. Untuk mengkonfigurasikan, anda dapat mengeklik lewat DHCP Setup
 
23. Ikuti langkah - langkah nya sebagai berikut. Untuk yang pertama, pilih Ether2
 
24. Untuk langkah selanjutnya biarkan Default saja




 
25. Jika Konfigurasi Complete akan ada tanda berikut ini
 
26. Lalu coba lihat di terminal di Client nya. Apakah mendapatkan IP atau tidak

27. Setelah anda coba lihat di terminal dan hasilnya mendapatkan, berarti anda telah terhubung di jaringan DHCP Server. Lalu buka terminal yang ada di Mikrotik. Dengan cara klik new terminal dan PING ke 8.8.8.8
 
Nah selesai sudah Setting Dasar Mikrotik.
 Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Selamat Mencoba!!!
 

Komentar