Hay guys... Pada kali ini saya akan membagikan materi tentang "Setting Dasar Mikrotik". Udah pada tau apa belum sih bagaimana artikel yang saya bagikan ini? pastinya kalian gak bakal kecewa deh. Oke langsung saja silahkan baca artikel berikut sampai tuntas ya guys... :D
1. Pertama karena mikrotik saya tidak baru maka saya reset terlebih dahulu Mikrotiknya dengan cara menombol tombol Reset kecil agar tersetting seperti baru lagi.
2. Setelah itu hubungkan kabel Ethernet ke Port nya masing - masing
3. Buka Winbox.exe nya nanti akan muncul tampilan berikut ini
8. Tambahkan DHCP Client Request nya dengan mengeklik Tombol (+)
9. Ganti Interfaces nya menjadi Ethernet 1 .. Sebab Ethernet 1 dibuat menghubungkan ke Server
10. Jika sudah, akan muncul tampilan berikut ini
11.Setelah kita mendapatkan IP DHCP Client dari Server kita dapat mengatur FireWall nya.
13. Kita dapat menambahkan konfigurasinya yaitu simbol (+) lalu pada bagian tab General tepatnya Out.Interfaces pilih Ethernet 1. Karena Ethernet 1 terhubung langsung dengan server.
14. Setelah itu masuk pada bagian tab Action serta pilih Masquerade. Dan Klik OK
16. Setelah itu kita atur DNS nya. DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar. Klik IP kemudian pilih DNS
17. Jika Dynamic Serversnya langsung keisi, langsung centang pada bagian "Allow Remote Request" . Lalu Klik OK
18. Setelah anda mensetting via DNS, anda dapat mengisi Addressnya Server lewat klik IP pilih Addresses
RouterBoard adalah
router embedded produk dari mikrotik. Routerboard seperti sebuah pc
mini yang terintegrasi karena dalam satu board tertanam prosesor, ram,
rom, dan memori flash. Routerboard menggunakan os RouterOS yang
berfungsi sebagai router jaringan, bandwidth management, proxy server,
dhcp, dns server dan bisa juga berfungsi sebagai hotspot server.
Ada beberapa seri routerboard yang juga bisa berfungsi sebagai wifi.
sebagai wifi access point, bridge, wds ataupun sebagai wifi client.
seperti seri RB411, RB433, RB600. dan sebagian besar ISP wireless
menggunakan routerboard untuk menjalankan fungsi wirelessnya baik
sebagai ap ataupun client. Dengan routerboard Anda bisa menjalankan
fungsi sebuah router tanpa tergantung pada PC lagi. karena semua fungsi
pada router sudah ada dalam routerboard. Jika dibandingkan dengan pc
yang diinstal routerOS, routerboard ukurannya lebih kecil, lebih kompak
dan hemat listrik karena hanya menggunakan adaptor. untuk digunakan di
jaringan wifi bisa dipasang diatas tower dan menggunakan PoE sebagai
sumber arusnya.
Mikrotik
pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal
dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai
jenis paket data dan penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan
istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai router
berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan
beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat
lanjut. Contoh aplikasi yang dapat diterapkan dengan adanya Mikrotik
selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth) manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.
Nah karena kita udah tau pengertian dari RouterBoard. Seakrang kita masuk pada tahap konfigurasinya, sebelumnya silahkan siapkan bahan terlebih dahulu. Antara lain :
- Laptop (untuk konfigurasi)
- Mikrotik RB750
- Kabel Straight
- Aplikasi Winbox
Nah untuk Ethernet kita setting dengan ketentuan seperti berikut :
- Ethernet Port 1 = Port yang menhubungkan ke Internet/asal server nya
- Ethernet Port 2 = Port yang digunakan untuk Client
- Ethernet Port 3 = Port yang digunakan untuk Client
- Ethernet Port 4 = Port yang digunakan untuk Client
- Ethernet Port 5 = Port yang digunakan untuk Hotspot / menhubungkan ke Acces Point
1. Pertama karena mikrotik saya tidak baru maka saya reset terlebih dahulu Mikrotiknya dengan cara menombol tombol Reset kecil agar tersetting seperti baru lagi.
2. Setelah itu hubungkan kabel Ethernet ke Port nya masing - masing
3. Buka Winbox.exe nya nanti akan muncul tampilan berikut ini
- Untuk Login Default username nya "admin"
- Dan Password nya bisa dikosongi
- Pilih Neighbors dan pilih MAC Address , klik Connect
4. Berikut ini merupakan tampilan konfigurasi awal dari Mikrotik
5. Ganti Identitas dari Mikrotik tersebut dengan cara klik System --> Pilih Identity
6. Ganti sesuka anda. Contoh : Mikrotik-SMKN1Kediri. Klik OK
7. Setelah itu dalam Mikrotik tersebut masih belum mendapatkan DHCP dari
Server tersebut, untuk itu kita haru merequest IP dari Server dengan
cara klik IP Pilih DHCP Client
9. Ganti Interfaces nya menjadi Ethernet 1 .. Sebab Ethernet 1 dibuat menghubungkan ke Server
12. Dibawah ini merupakan tampilan awal dari menu Firewal. Lalu pilih NAT. NAT mentranslasikan ip private
seolah-olah mengakses sebuah alamat host di internet menggunakan IP
publik.
13. Kita dapat menambahkan konfigurasinya yaitu simbol (+) lalu pada bagian tab General tepatnya Out.Interfaces pilih Ethernet 1. Karena Ethernet 1 terhubung langsung dengan server.
15. Ini merupakan tampilan yang sudah terkofigurasi
16. Setelah itu kita atur DNS nya. DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar. Klik IP kemudian pilih DNS
18. Setelah anda mensetting via DNS, anda dapat mengisi Addressnya Server lewat klik IP pilih Addresses
19. Lalu anda dapat mengkonfigurasi nya dengan cara mengeklik tombol (+)
dan isikan IP yang anda sediakan untuk membuat DHCP Server
20. Atur IP yang akan dibuat misal 192.168.6.1/24. Arahkan ke ether2 klik OK
22. Untuk mengkonfigurasikan, anda dapat mengeklik lewat DHCP Setup
23. Ikuti langkah - langkah nya sebagai berikut. Untuk yang pertama, pilih Ether2
24. Untuk langkah selanjutnya biarkan Default saja
25. Jika Konfigurasi Complete akan ada tanda berikut ini
26. Lalu coba lihat di terminal di Client nya. Apakah mendapatkan IP atau tidak
27. Setelah anda coba lihat di terminal dan hasilnya mendapatkan,
berarti anda telah terhubung di jaringan DHCP Server. Lalu buka terminal
yang ada di Mikrotik. Dengan cara klik new terminal dan PING ke 8.8.8.8
21. Lalu atur DHCP Servernya dengan cara klik IP lalu DHCP Server
Nah selesai sudah Setting Dasar Mikrotik.
Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Selamat Mencoba!!!

























Komentar
Posting Komentar