Hay guys, masih dihari ke-2 nih, pada arikel ini membahas tentang InterVLAN Routing. Langsung saja silahkan baca artikel berikut hingga tuntas ya guys. :)
A. Pengertian
Untuk dapat menghubungkan antar vlan dapat dilakukan dengan beberapa cara ,yang tentunya harus menggunakan device jaringan yang berada di layer 3 ,seperti Router dan Switch layer 3.
C. Maksud dan Tujuan
Dapat memahami konsep InterVLAN Routing dan dapat melakukan konfigurasinya
D. Alat dan Bahan
- Seperangkat PC/Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer 7.0
1. Buat topologi yang akan kita gunakan untuk praktek InterVLAN Routing. Saya menggunakan topologi seperti berikut ini. :
2. Atur Ip seperti pada gambar topologi diatas.
3. Kita buat VLAN pada masing-masing Switch sesuai dengan topologi, untuk membuat VLAN caranya seperti berikut
Membuat VLAN pada Switch1
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname S1
S1(config)#vlan 10
S1(config-vlan)#name TKJ
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 20
S1(config-vlan)#name RPL
S1(config-vlan)#exit
Membuat VLAN pada Switch2
Switch>enable
Switch#conf terminal
Switch(config)#hostname S2
S2(config)#vlan 10
S2(config-vlan)#name TKJ
S2(config-vlan)#exit
S2(config)#vlan 20
S2(config-vlan)#name RPL
S2(config-vlan)#exit
3. Jika sudah membuat VLAN, langkah selanjutnya adalah kita daftarkan masing-masing port pada VLAN yang telah kita buat. Caranya adalah seperti berikut:
Mendaftarkan Switchport pada VLAN (Switch1)
S1(config)#int fa0/1
S1(config-if-range)#switchport mode access
S1(config-if-range)#switchport access vlan 10
S1(config-if-range)#exit
S1(config)#int fa0/6
S1(config-if-range)#switchport mode access
S1(config-if-range)#switchport access vlan 20S1(config-if-range)#exit
Mendaftarkan Switchport pada VLAN (Switch2)
4. Kemudian kita tambahkan mode pada switch yaitu mode trunk, lakukan pada masing-masing switch. Caranya adalah seperti berikut :S2(config)#int fa0/1
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 10
S2(config-if-range)#exit
S2(config)#int fa0/6
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 20S2(config-if-range)#exit
Konfigurasi trunk pada switch1
Konfigurasi trunk pada switch2S1(config)#interface fa0/20
S1(config-if)#switchport mode trunkS1(config)#interface fa0/24
S1(config-if)#sw mode trunk
S2(config)#interface fa0/24
S2(config-if)#sw mode trunk
5. Setelah konfigurasi pada Sitch tuntas, kita pindah konfigurasi pada router, agar bisa mengeping antar jaringan. Caranya adalah seperti berikut :
Router#config
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit
Router0 Router(config)#int fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip add 192.168.2.254 255.255.255.0
6. Jika telah menyeting pada switch dan router. langkah selanjutnya kita tambahkan gateway pada masing-masing client yang telah didaftarkan pada vlan.
Terhubung VLAN 10
IP Gateway 192.168.1.254Terhubung VLAN 20
IP Gateway 192.168.2.2547. Setelah pengaturan semua selesai kita PING antar PC dan hasilnya akan berhasil, jika belum berhasil cobalah untuk memecahkan masalah tersebut.
F. Kesimpulan
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu
LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak
pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat
tersebut berada pada sejumlah segmen LAN sama
G. Referensi
E-Book CCNA Lab Guide Nixtrain
Komentar
Posting Komentar