Hay
guys, masih dihari ke-3 nih, pada arikel ini membahas tentang EtherChannel Langsung saja silahkan baca artikel berikut hingga tuntas ya
guys. :)
A. Pengertian
B. Latar Belakang
C. Maksud dan Tujuan
Dapat memahami konsep EtherChannel dan dapat melakukan konfigurasinya
D. Alat dan Bahan
1. Kita buat topologi yang akan kita gunakan untuk praktek EtherChannel. Berikut ini adalah topologi yang saya gunakan.
2. Lalu kita konfigurasi EtherChannel PAgP, cara konfigurasinya masuk pada Switch0 lalu ketikkan perintah berikut
3. Kemudian kita konfigurasi Switch1 dengan mengetikkan perintah berikut. :
4. Nah, perintah yang telah diketikkan pada Switch0 dan Switch1 diatas merupakan pengaktifan EtherChannel PAgP. Hasilnya sudah aktif.
5. Setelah itu kita coba konfigurasi EtherChannel LACP, cara konfigurasinya masuk pada Switch0 lalu ketikkan perintah berikut
6. Kemudian kita konfigurasi Switch1 dengan mengetikkan perintah berikut. :
F. Kesimpulan
A. Pengertian
Etherchannel atau biasa disebut agresasilink adalah suatu metode yang
memungkinkan kita untuk membandel beberapa pisik menjadi link logis
tunggal, hal ini dapat dilakukan sampai delapan port, metode ini
digunakan apabila pisik tidak mencakupi kecapatan transmit sebenarnya
dari switch sehinggga kita menambahkan pisik lain agar dapat dibantu
untuk mengatasi ketidakmampuan pisik sebelumnya contohnya seperti
berikut :

EtherChannel di bagi menjadi dua tipe :
- Port Aggregation Protocol - PAgP (Cisco proprietary)
- Link Aggregation Control Protocol - LACP (IEEE standard)


Dengan
etherchannel ini kita dapat lebih mengoptimalkan penggunaan switch
karena kadangkala daya transmit pad switch lebih besar dibandingkan daya
transmit pada kabel karena itu dengan etherchannel ini kita dapat
menutupi kekurangan pada kabel tersebut
C. Maksud dan Tujuan
Dapat memahami konsep EtherChannel dan dapat melakukan konfigurasinya
D. Alat dan Bahan
- Seperangkat PC/Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer 7.0
1. Kita buat topologi yang akan kita gunakan untuk praktek EtherChannel. Berikut ini adalah topologi yang saya gunakan.
S0(config)#int fa 0/1
S0(config-if)#channel-group 1 mode desirable
S0(config-if)#int fa 0/2
S0(config-if)#channel-group 1 mode desirable
S0(config-if)#int port-channel 1
S0(config-if)#switchport mode trunk
3. Kemudian kita konfigurasi Switch1 dengan mengetikkan perintah berikut. :
S1(config)#int fa 0/1
S1(config-if)#channel-group 1 mode auto
S1(config-if)#int fa 0/2
S1(config-if)#channel-group 1 mode auto
S1(config-if)#int port-channel 1
S1(config-if)#switchport mode trunk
4. Nah, perintah yang telah diketikkan pada Switch0 dan Switch1 diatas merupakan pengaktifan EtherChannel PAgP. Hasilnya sudah aktif.
5. Setelah itu kita coba konfigurasi EtherChannel LACP, cara konfigurasinya masuk pada Switch0 lalu ketikkan perintah berikut
S0(config)#int fa 0/1
S0(config-if)#channel-group 1 mode active
S0(config-if)#int fa 0/2
S0(config-if)#channel-group 1 mode active
S0(config-if)#int port-channel 1
S0(config-if)#switchport mode trunk
6. Kemudian kita konfigurasi Switch1 dengan mengetikkan perintah berikut. :
S1(config)#int fa 0/17. Konfigurasi telah selesai, jika semua port menyala hijau maka konfigurasi telah berhasil.
S1(config-if)#channel-group 1 mode passive
S1(config-if)#int fa 0/2
S1(config-if)#channel-group 1 mode passive
S1(config-if)#int port-channel 1
S1(config-if)#switchport mode trunk
F. Kesimpulan
Hasilnya
switch bisa lebih optimal karena kekurangan transmit data dari kabel
bisa tertutupi oleh kabel lain, dan juga jika kabel satu bermasalah
dapat tetap tersambung selagi kabel lain masih tetap tersambung
G. Referensi
E-Book CCNA Lab Guide Nixtrain
Komentar
Posting Komentar