Training Cisco CCNA oleh Nixtrain ~ Simulasi Jaringan dengan menggunakan Dynamic Routing EIGRP

Hay guys, masih pada pertemuan ke-4 training Cisco CCNA FastTrack oleh Nixtrain, pada postingan ini membahas tentang Dynamic Routing EIGRP. Nah untuk lebih lengkapnya silahkan baca hingga tuntas ya guys. :D
A. Pengertian
Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah antar-jaringan (internetwork). Penghalaan juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat dialirhantarkan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai penghala. Penghala-penghala tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang diterima kepada penghala lainnya hingga sampai kepada tujuannya.
Terdapat dua macam penghalaan, yaitu:
1. Static Routing
2. Dynamic Routing
B. Latar Belakang
Dalam menghubungkan beberapa jaringan yang berbeda diperlukan routing. Pada dasarnya Routing dibedakan menjadi 2 yaitu routing static dan routing dynamic. Dalam penerapannya routing dynamic lebih mudah dikonfigurasi, maka dari itu pada praktek ini dilaksanakan simulasi routing dynamic EIGRP.

C. Maksud dan Tujuan
Menghubungkan beberapa jaringan yang berbeda dengan menggunakan Dynamic Routing EIGRP.

D. Alat dan Bahan
  • Seperangkat PC/Laptop
  • Aplikasi Cisco Packet Tracer 7.0
E. Tahap Pelaksanaan Kegiatan
1. Kita buat terlebih dahulu topologi yang akan kita gunakan untuk praktek. Saya menggunakan topologi seperti berikut ini.
2. Setelah itu atur IP dengan ketentuan seperti tabel berikut :
3. Pastikan anda telah mengatur IP pada masing-masing PC sesuai dengan tabel diatas.
4. Kemudian atur IP pada masing-masing Router dengan mengetikkan perintah seperti berikut :

Konfigurasi IP Router 1
R1#conf t
R1(config)#int fa 0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ex
R1(config)#int fa 0/0
R1(config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 2
R2#conf t
R2(config)#int fa 0/1
R2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ex
R2(config)#int fa 0/0
R2(config-if)#ip add 172.16.1.2 255.255.255.0
R2(config-if)#no sh
R2(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 3
R3#conf t
R3(config)#int fa 0/1
R3(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ex
R3(config)#int fa 0/0
R3(config-if)#ip add 172.16.1.3 255.255.255.0
R3(config-if)#no sh
R3(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 4
R4#conf t
R4(config)#int fa 0/1
R4(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ex
R4(config)#int fa 0/0
R4(config-if)#ip add 172.16.1.4 255.255.255.0
R4(config-if)#no sh
R4(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 5
R5#conf t
R5(config)#int fa 0/1
R5(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
R5(config-if)#no sh
R5(config-if)#ex
R5(config)#int fa 0/0
R5(config-if)#ip add 172.16.1.5 255.255.255.0
R5(config-if)#no sh
R5(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 6
R6#conf t
R6(config)#int fa 0/1
R6(config-if)#ip add 192.168.6.1 255.255.255.0
R6(config-if)#no sh
R6(config-if)#ex
R6(config)#int fa 0/0
R6(config-if)#ip add 172.16.1.6 255.255.255.0
R6(config-if)#no sh
R6(config-if)#ex

Konfigurasi IP Router 7
R7#conf t
R7(config)#int fa 0/1
R7(config-if)#ip add 192.168.7.1 255.255.255.0
R7(config-if)#no sh
R7(config-if)#ex
R7(config)#int fa 0/0
R7(config-if)#ip add 172.16.1.7 255.255.255.0
R7(config-if)#no sh
R7(config-if)#ex
5.  Setelah IP PC dan IP Router telah diatur, kita lakukan konfigurasi Dynamic Routing OSPF dengan mengetikkan perintah berikut pada setiap router :

Konfigurasi Router 1
R1 (config) # router eigrp 10
R1 (config-router) # network 192.168.1.0
R1 (config-router) # network 172.16.1.0
R1 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 2
R2 (config) # router eigrp 10
R2 (config-router) # network 192.168.2.0
R2 (config-router) # network 172.16.1.0
R2 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 3
R3 (config) # router eigrp 10
R3 (config-router) # network 192.168.3.0
R3 (config-router) # network 172.16.1.0
R3 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 4
R4 (config) # router eigrp 10
R4 (config-router) # network 192.168.4.0
R4 (config-router) # network 172.16.1.0
R4 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 5
R5 (config) # router eigrp 10
R5 (config-router) # network 192.168.5.0
R5 (config-router) # network 172.16.1.0
R5 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 6
R6 (config) # router eigrp 10
R6 (config-router) # network 192.168.6.0
R6 (config-router) # network 172.16.1.0
R6 (config-router) # no auto-summary
Konfigurasi Router 7
R7 (config) # router eigrp 10
R7 (config-router) # network 192.168.7.0
R7 (config-router) # network 172.16.1.0
R7 (config-router) # no auto-summary

6. Setelah kita lakukan konfigurasi pada IP dan telah kita routing dengan menggunakan Dynamic Router EIGRP kita coba lakukan PING antar jaringan yang berbeda. Maka hasilnya akan berhasil, jika belum berhasil mungkin ada konfigurasi yang terlewatkan
F. Kesimpulan
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol, terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.
G. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Penghalaan
E-book CCNA Lab Guide Nixtrain

Komentar