Hay
guys, apa kabar?? masih dihari ke-4 nih, disina akan membahas tentang
Access List Extended. Oke, langsung saja untuk lebih lanjutnya silahkan
baca artikel berikut.
A. Pengertian
Access list merupakan daftar kondisi yang dirancang
sedemikian rupa oleh administrator jaringan untuk mengontrol akses-akses
ke dan dari interface-interface router, mencegah trafik-trafik tertentu
untuk masuk ke jaringan atau sebaliknya, mencegah trafik-trafik untuk
keluar dari jaringan. Access list dapat mengizinkan host-host tertentu
mengakses bagian tertentu dalam jaringan, dan mencegah host lainnya
mengakses area yang sama.
B. Latar Belakang
Pengonfigurasi an ini dilakukan karena dalam konsep routing terdapat pengeblokan IP atau juga disebut pembelokkan.
C. Maksud dan Tujuan
- Membatasi jaringan dan meningkatkan untuk kerja jaringan, misal ACL memblok trafik video sehingga dapat menurunkan beban jaringan dan meningkatkan untuk kerja jaringan.
- ACL mampu memblok update routing.
- Mampu memberikan keamanan untuk akses jaringan.
- Memutuskan jenis trafik mana yang akan dilewatkan atau diblok melalui interface router.
- Mengontrol daerah-daerah dimana klien dapat mengakses jaringan.
- Memilih host-host yang diijinkan atau diblok.
- Seperangkat PC/Laptop
- Aplikasi Cisco Packet Tracer 7.0
E. Tahap Pelaksanaan Kegiatan
1.
Buat topologi dengan menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer, berikut
ini adalah topologi yang akan saya gunakan untuk konfigurasi Access List Extended.
2. Setelah itu kita atur IP sesuai seperti tabel berikut ini.
3. Setelah itu lakukan konfigurasi Routing OSPF, baca pada artikel saya yang sebelumnya.
6. Setelah itu kita coba ping dari host 192.168.2.1 ke network 192.168.1.0 Jika tidak bisa ping berarti rule yang kita buat tadi telah berhasil
9. Setelah itu coba lakukan ssh lagi ke R1, dan hasilnya tidak akan bisa
karena rule yang kita buat tadi cuma memperbolehkan host 192.168.2.1
4. Kita
akan membuat rule yang memperboleh kan host 192.168.2.1 untuk melakukan
ssh pada R1, lalu memperbolehkan network yang ada pada R2 mengakses
http kemana saja, setelah itu memblok seluruh trafik selain trafik yang
tadi
5. Untuk membuat rule di atas kita akan membuatnya pada R2 dengan mengetikkan perintah berikut :
Router(config)#access-list 100 permit tcp host 192.168.2.1 host 10.10.10.1 eq 22Router(config)#access-list 100 permit tcp any any eq 80Router(config)#int fa 1/0Router(config-if)#ip access-group 100 out
7. Sekarang kita tes dengan melakukan ssh ke R1. Seperti rule yang kita buat tadi host 192.168.2.1 tidak bisa melakukan ssh pada R1

8. Kemudian kita coba mengganti IP host 192.168.2.1 menjadi 192.168.2.3 :


10 Lalu kita tes rule selanjutnya yaitu mengakses http, tadi sudah
terbukti bahwa kita tidak bisa melakukan ping ke server (192.168.1.11)
tpi karena kita tadi tetap menginjinkan untuk akses http jadi saat ini
network 192.168.2.0 tetap bisa mengakses http pada server (192.168.1.11)
9. Sekian tutorial untuk dari Access list
F. Kesimpulan
Pada
praktek Access List ini menunjukkan bahwa kita bisa memfilter atau
memblock packet yang dikirim sesuai dengan yang kita inginkan, dengan
meggunakan konfigurasi ini router tidak akan bisa digunakan untuk jalur
pengiriman packet.
G. Referensi
E-book CCNA Lab.Guide Nixtrain

Komentar
Posting Komentar